Kisah Bathara Karna di Nusa Antara
mbah Subowo
Bathara Karna sudah mendirikan partai sebelum ada Nusa
Antara merdeka. Partai-partai sudah bersliweran waktu itu, Partai Merah, Hijau,
Biru, dan juga Pink. Selain partai juga ada ormas agama besar.
Bathara Karna menjadi bapak Nusa Antara di pucuk tertinggi
selama dua dasawarsa. Selama itu berbagai keruwetan melanda seluruh negeri. Ia
setiap tahun di ultah kemerdekaan sibuk membakar semangat untuk maju. Orasinya
terkenal menggelegar di seluruh negeri: pedalaman, pedesaan, hingga ke
gunung-gunung.
Merdeka setelah dikangkangi bangsa kulit putih berabad.
Merdeka berarti pribumi bisa memerintah bangsa sendiri.
Bathara Karna membangun pasukan besar mengusir bangsa kulit
putih dari ujung Timur. Ia seorang diplomat ulung, sebentar di Barat sebentar
di Timur, namanya masyhur di seluruh dunia.
Ia bersahabat dengan semua blok dunia yang terkotak. Bagi
pemujanya ia manusia setengah dewa, dan bagi pembencinya tiada ampun baginya.
Dua kubu di negeri sendiri yang bertolak belakang terhadap dirinya.
Pesawat tempur, kapal selam, senjata-senjata: meriam, dan
sebagainya bisa diwujudkan bagi semua pasukan. Kekuatan militer Nusa Antara tak
tertandingi di belahan Selatan Khatulistiwa. Semua itu tanpa mengorbankan
kekayaan alam negeri sendiri.
Tak ada bangsa asing menggali kekayaan negeri Nusa Antara.
Rakyat memang hidup sederhana, tapi semua berdiri di atas kaki sendiri. Jaman
itu memang susah, tapi itulah kondisi selepas bangsa kulit putih angkat kaki
dari seluruh negeri.
Sekian untuk sekali ini.
*****