24.1.15

Kerajaan Majapahit tinggal sekepal, biarlah, asalkan benar-benar bersih

Kerajaan Majapahit tinggal sekepal, biarlah, asalkan benar-benar bersih!

mbah subowo bin sukaris

Menjelang masa keruntuhan kerajaan Majapahit pada awal abad kelimabelas (1400-an), kekuatan massa, "people power" telah membentuk semacam "komisi pemberantasan korupsi" yang memburu siapa saja yang terlibat korupsi.

    Tanpa kecuali, semua pejabat tinggi kerajaan terkuat di belahan bumi selatan itu diseret ke depan pengadilan. Dan palu hakim yang diangkat rakyat mengetok tanda putusan hukuman mati hampir setiap hari bergema dari gedung pengadilan Hyang Guru. Mereka yang merasa jiwanya terancam bergegas belayar ke negeri tetangga menyelamatkan diri dan sebagian harta-bendanya.  Hampir semua pejabat tinggi Majapahit telah menjadi korban pengadilan rakyat khusus mengadili para koruptor.
      Waktu itu tengah terjadi penghadapan dalam istana Majapahit, "Yang Mulia Maharatu, di luar sana rakyat di bawah pimpinan Bohgya terus menangkapi para pejabat Sri Maharatu sendiri," ujar  Menteri Dalam istana Majapahit, Anggraiya.
      Sri Maharatu Hyang Wisesa sejenak menatap wanita muda bertongkat emas itu dan tiba-tiba menetak, "Biarlah dua saudara Bohgya, Bahgya dan adiknya Parsini berbuat sesuka hatinya, tapi kami tidak akan tunduk pada mereka."
      Sang Maharatu merenung sejenak dan teringat Parsini yang pernah menjadi Smodraksa angkatan laut Majapahit, "Cadangan negara yang semakin ludes akibat perang paregreg tak mampu kami membangunkan angkatan laut yang kuat. Dan tanpa angkatan laut kecuali armada Jawa maka kami hanya menguasai perairan menuju daerah rempah."
     Kala itu satu demi satu wilayah Majapahit sudah melepaskan diri dari pusat kerajaan. Sri Maharatu menyadari tanpa Angkatan Laut pusat kerajaan tak berdaya menjaga semua wilayah yang begitu luas, Dompo, Halmahera, Punai, Brunai, Tumasik (Singapura), Malaka, dan seterusnya.
    Apalagi tatkala pasukan laut Tiongkok diam-diam mulai melebarkan pengaruhnya terhadap wilayah Majapahit yang jauh dari pusat kekuasaan. Pada suatu hari utusan Tiongkok menghadap Sri Maharatu di istana Majapahit, "Yang Mulia Sri Maharatu," ujar penghadap dari Tiongkok yang berasal dari satuan pasukan berpangkalan di Malaya.
      "Kami tahu Majapahit sedang kesulitan cadangan negara. Dan kami utusan dari kekaisaran menawarkan bantuan bagi Majapahit, Yang Mulia tinggal menyebutkan berapa pun jumlah yang dibutuhan oleh Sri Maharatu," ujar utusan itu sambil menyerahkan hadiah-hadiah seperti biasa dibawa para penghadap.
     "Tidak, terimakasih. Kami tidak peduli lagi bahwa wilayah jauh Majapahit satu demi satu telah melindungkan diri kepada pasukan laut Tiongkok. Majapahit yang sekarang kami jejaki saat ini akan kami pertahankan sampai tinggal sekepal asalkan benar-benar bersih!" Sri Maharatu Hyang Wisesa selanjutnya bergegas meninggalkan utusan Tiongkok itu setelah memberikan tanda isyarat bahwa penghadapan sudah berakhir.

*****
Subowo bin Sukaris
HASTA MITRA Updated at: 4:11 PM

1 comment :

Ky Wayu said...

saya ingin berbagi cerita kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling tersusah,walaupun mau makan itu pun harus hutang dulu sama tetangga dan syukur kalau ada yg mau kasi,semakin aku berusaha semakin jauh juga pekerjaan dan selama aku ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yg membenci saya karna saya cuma dianggap rendah sama orang lain karna saya tidak punya apa-apa,dan akhirnya saya berencana untuk pergi mencari dukun yg bisa menembus nomor dan disuatu hari saya bertemu sama orang yg pernah dibantu sama AKY WAHYU dan dia memberikan nomor AKY WAHYU,dia bilan kepada saya kalau AKY WAHYU bisa membantu orang yg lagi kesusahan dan tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi AKY WAHYU dan dengan senan hati AKY WAHYU ingin membantu saya,,alhamdulillah saya sudah menang togel yg ke5 kalinya dan rencana saya bersama keluarga ingin membuka usaha dan para teman-teman diluar sana yg ingin seperti saya silahkan hubungi AKY WAHYU di 082 313 669 888 saya sangat bersyukur kepada allah karna melalui bantuan AKY WAHYU dan kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tdk akan datan untuk yg kedua kalinya