Perang Rusia vs Ukraina selesai?

 Perang Rusia vs Ukraina selesai?

mbah subowo

Deklarasi (sepihak) Rusia (30-9-22) menambah kekuasaan atas empat wilayah Kherson, Zhaporitzhia, Luhansk, dan Donets, di bagian Timur dan Selatan Ukraina yang berada sekitaran Laut Azov. Reaksi Ukraina via Pres. Zelensky adalah mengklaim negaranya langsung mendaftar sebagai anggota Nato.

    Perang bisa segera berakhir andai Nato menolak keinginan Ukraina, sebaliknya dengan Ukraina diterima sebagai anggota Nato, maka dipastikan Rusia segera bersiap menambah kekuatan militer besar-besaran di wilayah barunya untuk menghadapi kekuatan Nato.

    Jika Ukraina ditolak menjadi anggota Nato maka Rusia tentu segera mengakhiri misi perangnya, sebagaimana dilakukan pada penaklukan Semenanjung Krimea pada 2014.

    Dengan deklarasi empat wilayah kekuasaan baru maka Laut Azov kini berada di tangan Rusia sepenuhnya, dan diperkirakan Armada Laut Hitam Rusia yang menjadi benteng Selatan Rusia akan segera berekspansi besar-besaran untuk mengimbangi kekuatan Rusia di Timur Jauh,Laut Baltik, serta selingkaran Arktik. Armada Laut Hitam begitu vital bagi pertahanan Rusia di bagian Selatan, mengingat armada lainnya posisinya terpencil jauh di Utara, baik bagian Pasifik maupun Atlantik.

     Amerika Serikat sudah mengancang-ancang untuk menghancurkan Armada Selatan Rusia itu, andai Putin menggunakan senjata nuklir dalam perang Ukraina. AS memang telah mengidentifikasi kelemahan pertahanan Rusia yakni pada garis pertahanan di Laut Hitam. Dengan pencaplokan empat wilayah di atas, maka perairan Laut Hitam, Laut Azov akan menjadi benteng yang sangat kuat bagi keamanan Rusia. Itulah sebenarnya jaminan keamanan sesuai ambisi Putin yang rela mengorbankan segalanya dalam perang yang satu ini. AS tentu akan mencari kelemahan pertahanan Rusia yang lain, yakni menempuh rute sepanjang perbatasan Ukraina-Polandia, dan perbatasan Finlandia-Rusia.

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
HASTA MITRA Updated at: 4:31 PM