27.1.11

Divination Jayabaya "Doomsday" 2022

Divination Jayabaya "Doomsday" 2022
  

mbah sghriwo

Sri Aji Jayabaya since he was in the womb is to unite the two kingdoms became Kediri, Jayabaya baby rather than the story of Romeo and Juliet from Java land between the Crown Daha and Jenggala namely Raden Panji (Inu Kertapati) and Dewi Sekartaji. During Jayabaya flare as the King of Kediri, the power and influence covers half of the archipelago. At that time also Javanese culture reached its height in the field of literature and art. The books of the Mahabharata and Ramayana was translated into Old Javanese language.
        Sri Aji Jayabaya also a famous fortune-teller who is recognized for centuries. And one that is considered unreasonable because it has not proven true is that doomsday predictions about the year 2100 or 2022 AD. Since Java land filled by men for the second time during the 700 years the first, 700 second year, third year and 700 will experience a different era every hundred years. Kalabendu era, Kalasuba era, and so will end in 2022 and there was a doomsday or a different turn of a new era in 2100 compared to the previous year. After doomsday or apocalypse or replace a new era was the island of Java will be filled in humans for the third time.
        The Maya calendar in Latin America will also expire in December 2012, and there also will be doomsday, purification of the earth, or enter a new era. Also in Europe according to Nostradamus will experience the same thing. Other Europe, Other Latin America, and so too the island of Java. Each of these three places are experiencing a new era at different times, and because different then what happens is not the end of the scale.
        Doomsday massive by modern science would happen if the sun's energy nuclear fuel runs out, and have calculated the experts will run out tens of billions of years. Another with Nasa's calculations (United States space agency) that the apocalypse is not great when the hurricane is nearest the sun in the 2090's or even the occurrence of a meteor shower around 2050's. Solar storms and meteor showers have a negative impact on life on earth in the percentage of approximately 0.001%.
        Global warming due to industrialization and the use of fossil fuels could be a change at all coming naturally all sorts of doomsday predictions above. As a result of human activity are absorbed by modern technology and modern super science that the coming of Judgement Day could have every time and every place will occur apocalypse respectively. Changed to extreme weather and natural disasters caused endless forests on earth. The work done by all kinds ranging from the UN world body to Green Peace was evident not be able to stop global warming itself, until one day when the doomsday of the earth, which will automatically stop all human activity and also restore the situation becomes normal again.
***

Ramalan Jayabaya "Hari Kiamat" 2022


Sri Aji Jayabaya sejak masih dalam kandungan sudah mempersatukan dua kerajaan yang terpisah oleh sebuah sungai yang masih misterius* menjadi Kediri.  Jayabaya buah hati daripada kisah Romeo dan Juliet dari Tanah Jawa antara Putra Mahkota Jenggala dan Daha yakni Raden Panji (Inu Kertapati) dan Dewi Sekartaji. Semasa Jayabaya marak sebagai Raja Kediri, wilayah kekuasaan dan pengaruhnya meliputi separoh Nusantara. Pada masa itu juga kebudayaan Jawa mencapai puncaknya di bidang ilmu pengetahuan, sastra, dan seni. Kitab-kitab dari Mahabarata dan Ramayana diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa Kuno.
     Sri Aji Jayabaya juga seorang nujum masyhur yang diakui selama berabad-abad. Dan salah satu yang dianggap tidak masuk akal karena belum terbukti kebenarannya ialah prediksi mengenai hari kiamat pada tahun 2100 atau 2022 Masehi. Sejak Tanah Jawa diisi oleh manusia untuk kedua kalinya maka selama 700 tahun pertama, 700 tahun kedua, dan 700 tahun ketiga akan mengalami jaman-jaman berbeda tiap seratus tahun. Jaman Kalabendu, jaman Kalasuba, dan seterusnya akan berakhir pada 2022 dan terjadilah kiamat atau pergantian jaman baru yang berbeda dibandingkan 2100 tahun sebelumnya. Setelah hari akhir atau kiamat atau ganti jaman baru itu maka Pulau Jawa akan diisi manusia untuk ketiga kalinya.
    Kalender Suku Maya di Amerika Latin juga akan berakhir pada Desember 2012, dan di sana pun akan terjadi kiamat, pemurnian bumi, atau memasuki jaman baru. Juga di Eropah menurut Nostradamus akan mengalami hal yang sama. Lain Eropa, lain Amerika Latin, dan lain pula Pulau Jawa. Masing-masing ketiga tempat tersebut mengalami jaman baru di waktu yang berbeda, dan karena berbeda maka yang terjadi bukanlah kiamat besar-besaran. 
    Hari Kiamat besar-besaran menurut ilmu pengetahuan modern akan terjadi jika bahan bakar nuklir energi matahari habis, dan telah dihitung para ahli akan habis puluhan milyar tahun lagi. Lain lagi dengan perhitungan Nasa (badan antariksa Amerika Serikat) bahwa kiamat tidak besar terdekat ialah saat terjadinya badai matahari pada 2090-an atau pun terjadinya hujan meteor sekitar tahun 2050-an. Badai Matahari dan hujan meteor memiliki dampak negatif pada kehidupan di bumi dalam prosentasi sekitar 0,001 %.
      Global warming atau pemanasan global akibat industrialisasi dan penggunaan bahan bakar fosil bisa jadi mengubah sama sekali segala macam prediksi alamiah datangnya hari kiamat di atas. Akibat ulah manusia yang asyik dengan teknologi modern dan pengetahuan super modern itu maka datangnya hari kiamat bisa saja setiap waktu dan setiap tempat akan terjadi kiamat masing-masing. Cuaca berubah menjadi ekstrim menimbulkan dampak buruk terbentuknya angin kencang, gelombang tsunami dan juga terjadinya bencana alam yang lain seperti banjir-bandang akibat ulah manusia a.l. habisnya hutan-hutan di bumi. Usaha yang dilakukan oleh segala macam badan dunia mulai dari PBB hingga "Green Peace" tampak jelas tidak akan mampu menghentikan global warming itu sendiri, hingga kelak terjadinya kiamat bumi, yang otomatis akan menghentikan segala ulah manusia dan juga memulihkan keadaan menjadi seperti sediakala kembali.

***
by Subowo bin sukaris
___________________
* Kali Leso, Kali Lekso, atau Sungai Lekso yang dianggap keramat lokasinya di kab. Blitar di jalur Gandusari - waduk Selorejo di wilayah Gunung Kelud merupakan batas Panjalu (Daha) dan Jenggala. Pendapat lain menganggap sungai Porong yang merupakan anak sungai Brantas yang mengalir ke Surabaya, demi mencegah banjir serta mengairi wilayah kurang subur oleh Airlangga dibangun terusan atau Sungai (Porong) membujur ke timur mulai Mojokerto hingga selat Madura serta membatasi Kab. Sidoarjo dan Kab. Pasuruan menjadi titik pangkal perbatasan dua kerajaan, Jenggala mendapatkan wilayah pesisir dan Daha mendapat bagian wilayah pedalaman.


related post
Subowo bin Sukaris
HASTA MITRA Updated at: 4:58 PM

No comments :