9.1.18

Awas isu PKI Pilkada 2018!

Awas isu PKI Pilkada 2018!

Mbah subowo bin sukaris

"Barangsiapa mengatakan bahwa PKI tidak ada, maka yang bersangkutan PKI..." kata petinggi negeri NKRI (2016... bukan Jokowi, lho).
      Jokowi jelas bagai siang, "Tunjukkan hidung PKI, akan saya gebuk!"
      PKI 'kan banyak macamnya, yang PRD, yang Sukarnois, yang dijadikan anggota PKI oleh interogator Orba. Terus yang euforia ideologi kiri tersebut, dan sebagainya. Semua kan cuma jadi-jadian, kalee!
      Kata seorang tokoh yang almarhum, percaya atau tidak PKI sendiri bahkan punya kekuatan 15 juta anggota (jadi-jadian), itu kata sang tokoh PKI 15 tahun yang lalu dihitung mundur dari 2018! Bagaimana jumlah sekarang?!
      "Emangnya jadi anggota PKI segampang nongkrong di Warteg?" kata orang bukan PKI yang dekat anggota Politbiro CC.
      Orang sekelas Pramoedya sastrawan itu diragukan oleh orangnya Aidit, katanya, "Andai PKI berkuasa, Bung Pram ini akan menjadi musuh PKI." Pramoedya kan embahnya tokoh kiri, bukan. Petinggi  Lekra yang afiliasi ke PKI.
    Tidak bisa dipungkiri, memang mungkin masih ada eksistensi PKI orisinil yang terus berjuang menegakkan Panji Ideologi Marx & Lenin, "Noh, yang di luar negeri! Alumnus Tiongkok, yang terdampar di seluruh dunia, karena tidak boleh jadi orang Indonesia." Mereka pun sudah uzur dan kehabisan daya.
     Di dalam negeri memang ada PKI orisinil, mereka yang sudah keluar penjara. Tentu sebagian besar "kapok" jadi PKI, bukan.
    Mereka yang disebut terakhir ini sudah pada almarhum, sakit tua, dan seterusnya.
    Kembali pada judul di atas, isu tentang PKI orisinil yang seksi itu tidak mungkin ada. Akan tetapi PKI jadi-jadian termasuk hantu komunis selalu abadi menunggu pahlawan sang penumpas. Mungkin lebih seksi lagi (isunya).
      Dalam pilkada serentak 2018, mudah-mudahan isu PKI (jadi2an) bisa ditindak aparat yang sudah nglotok paham "revolusi mental dan nawacita"
     Sekian untuk sekali ini.


Subowo bin Sukaris
HASTA MITRA Updated at: 2:22 PM